febi.pramithasari10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Happy holiday :)

Author: febi.pramithasari10
09 19th, 2011

Ini sebenernya cerita tentang liburan yang ga terlalu wah . .biasa-biasa aja tapi selalu berharga dan bermakna dalem . Bukan acara liburan ke tempat yang jauh-jauh apalagi  ke luar negeri. Cuma sekilas kisah liburan biasa ke kota yang bikin kecanduan, dan bikin pengen balik lagi kesana. Kayak anak kecil mungkin ya, karena tempat itu adalah sebuah rumah yang rutin aku datengin tiap tahun yang nggak lain adalah rumah nenek tercinta he he he . . .Biasalah rutinitas mudik jadi salah satu adat yang udah mendarah daging buat warga Indonesia, termasuk aku. Walaupun udah tau kalo rutinitas itu punya banyak kendala dari mulai ribetnya packing barang-barang sampe resiko kena macet yang panjangnya naudzubillah, tapi tetep aja dijalanin demi ketemu sanak keluarga.

Nah, ceritanya waktu itu udah waktunya kita semua mudik. Barang-barang juga udah selesai di packing, semua udah siap juga buat berangkat. Setengah jam kemudian mobil yang bakal ngangkut kita sekeluarga plus barang-barang yang udah mirip kayak orang mau pindah rumah datang juga. Ckkkitt, mobil ngerem sampe berhenti. Terus sang sopir yang nggak lain adalah teman dari papi tercinta turun dari mobil, jabatan tangan sama papa plus kita semua, ketawa-ketawa nggak jelas sama papa, bantuin ngangkut barang, udah gitu kita semua langsung cau deh . .

Jalur yang mau diambil itu jalur Sukabumi, tapi gara-gara something, akhirnya mobil diputer balik dan meluncur ke arah Puncak. Jam 7.30 waktu kita berangkat dari rumah. Ternyata perjalanan lumayan lancar walaupun ada macet dibeberapa tempat, ya itu juga macet-macet yang masih dalam taraf wajar. Beruntung kita semua berangkat malem, nggak ada lagi rasa panas yang bikin keringetan, yang ada cuma angin malem yang sejuk. Masuk daerah Puncak, angin makin dingin, bbrrrr . . Asik banget karena sempet mampir di satu rumah makan sate di daerah Pacet yang uueeenak banget. he he . .
Jam 01.45 dini hari, akhirnya nyampe juga dirumah nenek tercinta. Setelah itu semua berjalan normal kayak dirumah. yang beda cuma rumahnya, airnya yang super dingin, plus pemandangan yang subhanallah masih asri banget. Kegiatan juga gitu-gitu aja yang nambah paling, jadi sering mancing plus main ke sawah barenmg bocah-bocah lucu.

Satu hari sebelum hari lebaran suasana rumah udah amburadul deh, bocah-bocah pada lari-lari ngelilingin rumah smbil ketawa-ketawa, aku bersama ibu-ibu repot nyiapin masakan buat lebaran. Sip, sore datang makanan jadi, tapi ternyata belum ada keputusan dari pemerintah tentang kapan tanggal lebaran, akhirnya semua nongkrong di depan tv. Tapi ternyata, lebaran nggak jadi besoooookkkk. Ckckck . .Jadilah makanan buat lebaran dimakan sebelum lebaran.

Setelah itu sama aja kayak keluarga lain. Sungkeman antar keluarga, sesi foto-foto (fotonya nggak bisa ditampilin sekarang, he he), makan-makan, terus bagi-bagi THR deh. Ini bagian yang paling ditunggu-tunggu, ha ha.. saatnya uang-uang yang masih mulus dibagikan dan masuk ke dompet. ha ha . .

Keluarga yang lain pun kian berdatangan, semakin banyak dan bikin rumah yang mungil dan udah berusia puluhan tahun itu menjadi nampak sempit dengan suasana yang gegap gempita karena penuh dengan manusia lintas generasi dan derai tawa yang hangat.

Namun, ternyata waktu yang selalu datang membatasi kehangatan itu. Sekolah dan kantor telah menunggu didatangi kembali. Pekerjaan, dan tugas yang menumpuk telah menanti untuk dikerjakan. Satu per satu keluarga akhirnya kembali ke tempat asal mereka menetap, begitu pun dengan aku dan keluargaku. Miris dan tak tega sebenarnya meninggalkan nenek ku tercinta yang telah lanjut usianya seorang diri di rumah indah itu. Rumah mungil yang terlalu besar untuk dihuninya seorang diri. Tapi, tak ada yang bisa aku lakukan selain memeluknya erat sebelum aku kembali dan berkata bahwa lebaran tahun depan aku akan kembali lagi untuk menemuinya dan melihatnya yang selalu penuh senyum itu.  :)



cerita inspirasi 1

Author: febi.pramithasari10
09 16th, 2010

Nama               : Febi Ayu Pramithasari

NRP                : C24100030

Laskar              : 23

Kawan, aku akan menceritakan sebuah perjalanan hidup seorang wanita yang selalu menginspirasi hidupku .Sosoknya yang selalu menyemangatiku dan membuatku bersyukur dengan apa yang saat ini kumiliki .Namanya mungkin tak akan kusebutkan, yang pasti menurutku dia adalah wanita hebat yang aku kenal .Hidupnya penuh dengan perjuangan ,tangis dan kebahagiaan .

Ayah tercintanya telah pergi meninggalkannya saat dia duduk di kelas 6 SD, namun dia tetap tegar .Di sekolahnya dia termasuk anak yang pintar dan cerdas .Walaupun orang tuanya bukan orang yang berpendidikan tinggi, namun orang tuanya selalu menanamkan padanya agar dia terus sekolah .

Saat dia duduk di bangku kelas 1 SMA, dia menjadi yatim piatu karena ibundanya pun pergi meninggalkannya untuk selamanya . Lalu dia tinggal bersama kakaknya .Kehidupan mulai sulit saat keduaorangtuanya telah meninggal dunia. Namun dia tetap bersekolah dengan sungguh-sungguh, dan hasilnya pun tak pernah mengecewakan, karena dia selalu mendapatkan juara  1 di kelasnya. Semua temannya sering datang kerumahnya untuk diajarkan pelajaran di sekolah padanya .Dia termasuk anak yang mudah bergaul, sehingga dia memiliki banyak teman yang juga sangat baik padanya. Walaupun dengan kehidupan yang serba pas, namun dia terus belajar dengan semangat. Keinginannya bersekolah mengalahkan segalanya. Jarak sekolah yang jauh dari rumahnya pun tidak menjadi halangan bagi dirinya. Dia lulus dari SMA dengan memuaskan, lalu dia meneruskan sekolahnya ke sebuah universitas di Bandung dengan jurusan Matematika. Namun untuk mencapai keinginannya untuk meneruskan sekolah dia benar-benar harus berjuang keras. Dia sempat tinggal di asrama kampusnya, namun itu hanya berlangsung satu tahun. Setelah itu dia memutuskan untuk tinggal di kost bersama beberapa temannya. Karena dia sudah yatim piatu, akhirnya biaya kuliahnya harus dia tanggung sendiri. Dan untuk mencukupi biaya sehari-hari dan untuk biaya kuliahnya dia mengajar dan menjahit. Teman-temannya kagum padanya karena selain pintar, dia merupakan orang yang mudah bergaul, aktif dalam organisasi, disiplin, serta rapi.

Walaupun dia harus berjuang mencari uang untuk dapat meneruskan kuliahnya, namun dia tetap menjalaninya dengan ikhlas. Namun terkadang dia merasa sedih pada saat-saat tertentu, misalnya saat bulan puasa atau lebaran datang. Disaat semua teman-temannya pulang untuk berkumpul dengan orang tuannya, dia hanya bisa berdiam diri di tempat kostnya.

Dipenghujung kuliahnya, dia berjuang keras untuk menyelesaikan skripsinya. Hari-hari menjelang ujian, intensitas belajarnya semakin ia tingkatkan, dia belajar terus menerus dan satu yang tak pernah dia tinggalkan adalah salat dan puasa. Bahkan karena dia selalu belajar, terkadang dia smapai lupa untuk makan.

Akhirnya dia dapat menjalani semuanya dengan lancar. Dia lulus dengan memuaskan, dan dia dinyatakan lulus. Hanya air mata yang keluar dari dirinya, betapa ia telah dapat mencapai keinginannya dengan sangat susah payah. Walau harus mengorbankan tenaga, walau harus berkeringat, namun dia dapat tetap berdiri dan bahkan berlari dalam mencapai tujuannya. Tak ada yang bisa menghalanginya dalam menuntut ilmu dan mencapai citanya.

Dan kini ia telah memanen hasil dari perjuangannya, dia telah memiliki pekerjaan tetap yang dapat mencukupi kehidupannya. Dan bahkan kini dia terus menuntut ilmu, dia meneruskan kuliah unutk S2 nya.

Dia adalah sosok wanita yang kuat, tangguh, sabar, disiplin, dan pintar. Dial ah yang selalma ini menjadi penyemangat dalam hidupku, disaat aku merasa putus asa, dia yang aku ingat. Dia yang selalu aku banggakan, bahkan pada teman-temanku. Dan kawan tau kah kau siapa dia?dan dengan bangga aku katakana pada kalian, dia adalah IBU ku. Ibuku yang selalu aku syang dan aku cinta. Ibu yang selalu menjadi sosok terhebat dalam hidupku. Orang yang akan selalu aku ceritakan kisahnya pada orang-orang, karena kisahnya yang selalu dapat menjadi motivasi dalam hidup. Itulah ibu ku.



virus kodok

Author: febi.pramithasari10
07 22nd, 2010

mm . .tes 1, 2, 3 . .

to tot. . to tot . .

virus kodok mode : on

berhubung aku suka kodok,jadi aku mulai menebarkan virus kodok di asrama . .yayay ..

biar semua jd suka kodok (baca:bukan kodok asli) juga . .

everything about frog and green . .go green . .go green . .

(like this   ^^ )

hmm. . .

jadilah kuboyong kodok-kodok di rumah . .khu. .khu . . 😀

jadi, waktu penghuni kamar yang lain masuk kamarku,pasti  gini ekspresinya . .

“ya ampun. .!! ko ini kodok semua sih ?hijau-hijau semua lagi . .ckckck . .”

khu. .khu. .khu. .

dan aku masih akan terus menebarkan virus kodok ! !

khu .khu .khu

Read the rest of this entry »